dalam panasnya api cemburu yang membara,
yang ada hanya dengki, yang menyatu menjadi suatu ego
api yang perlahan melahap cinta demi cinta yang pernah
ada,
meranggas semua bibit-bibit yang telah tertanam
hanya saja, aku, kamu
hanyalah sebuah proyeksi masa lalu
yang memang telah lalu
tapi api itu terus berkobar,
seiring dengan rasa cinta yang sangat teramat tak bisa
dibendung
detik demi detik rasa itu begitu
nyata, bahkan telah mengakar berang mencengkeram seisi batinku
sungguhpun dusta tak
kupungkiri,
bahwa aku masih tetap
kepadamu
namun, itu hanyalah proyeksi
yang tercipta dan mengakar dalam pola pikirku yang memang naif
begitu naifnya, aku merasa
bak tak sudi akui rasa itu,
rasa yang sesungguhnya
selalu ku siram dengan segenggam ayat-ayat suci sabda ilahi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar