Jumat, 20 September 2013

Sebuah Kisah di Tengah Penantian Mata Bola


Bertahan di tempat itu menunggu datangnya si mata bola

Sepasang mata yang sorotnya tajam, terlain di hari petang
Sepasang mata yang sorotnya menembus rintik-rintik air kehidupan
Sepasang mata yang sorotnya harus nampak pula pada siang hari
Sepasang mata yang terkadang nakal tak mau mendelik ketika siang datang

“Mba... lenggah mriki... ngaub...”
terdengar suara lirih dari balik gerobak bertuliskan
MARTABAK MANIS, MARTABAK TELOR
Nafas terhempas setelah menjatuhkan
tubuh ringkih ini pada bangku kayu kumal
Gelap, basah, dingin
Kupandang langit-langit ruko diatasku
Terlihat indah...
Air hujan jatuh berentet, mirip serbuk bunga dendalion
Menari dibawah kilauan lampu penerangan jalan

Tercium bau yang menggoyangkan dinding-dinding lambung
menimbulkan bunyi, pertanda dia butuh asupan
Jlantah martabak telur, aromanya menggiurkan...

Seorang tua yang ketika itu berdiri di tempat itu,
Menimbulkan simpatik tersendiri bagi orang yang melintas
“Kondur pundi Mba?” muncul pertanyaan
“Bocari, Pak.”
Jawaban yang sama,
untuk pertanyaan yang sama,
dari orang yang sama pula
Mungkin beliau lalai, dengan euforia itu
Tapi satu hal yang aku soroti, beliau tidak akan lupa untuk tunaikan kewajiban

Pernah sesekali kulihat, masih berada di sudut yang sama
Ketika tak ada satupun pembeli yang melik dengan dagangannya
Taukah kau, apa pegangan beliau?
Sebuah buku, wara kertasnya yang kecokelatan menandakan itu buku tua
Kutengarai itu adalah kitab buta, tanpa swara

Mimiknya yang penuh kepasrahan
Semakin membuatku tertegun
Ku dera, dalam hati beliau berkata
“Yang penting rezekine halal, sepiraha ya ora papa..

Bertahan hidup  memang susah, sulit, dan rumit
Akan lebih rumit ketika kita hidup tak dapat apa-apa
Dunia belum seberapa, akhiratlah tujuan hidup

Aku semakin merasa,
“Tuhan begitu jauh aku denganmu, ditengah semua kerumitan ini”

“Pemalang... Pemalang...”
Aku tersadar dari simphoni khayalku
Si mata bola telah datang,
siap untuk menghantar penumpang-penumpang malam

Delapan Belas Mei Berujung Gerimis

Langkah ku tertatih dari arah barat jalan MT Haryono
Terdengar sedikit decitan dari persendian putarku,
 yang nampaknya hanya aku yang bisa mendengarnya saat itu
Naluri menghentikan langkahku di depan pos kecil berwarna putih biru
Pos yang dari baliknya kadang terdengar nyaring suara peluit
Aku yang hanya sendiri, berdiri menatap ke arah kanan dan kiriku
Alam sekitarku sudah gelap,
Iya aku menyadarinya
Pundakku serasa sudah sangat ngilu
Kelopak mata menjadi terasa sangat berat
Tas jinjing di tangan kananku naik turun
Nampaknya tanganku sudah merasa berputus asa
untuk membawa tempat perkakas itu
bercak bulat memenuhi jaket merah jambuku
merubah warnanya menjadi sedikit marun
merasa banyak embun yang berjatuhan, tapi aku rasa ini lebih kasar
gerimis...
Ya... itu adalah gerimis,
Gerimis di bulan Mei di petang delapan belas

Asha Lestari (18/05/12)

Selasa, 17 September 2013

Sambutan Yang Membahagiakan

Hello World! Oh Gosh, this like something I can't imagine before. I came back to you my "chamber side"

Sesuatu yang ngga bisa aku percaya banget, rasanya hampir mirip kaya ketemu sama something yang berharga baanget buat aku, tapi itu udah lama ilang. 

Dan WOW, sekarang udah beda banget sama dulu waktu terakhir aku jamah blog ini. It's about two or one years ago. Rasanya bisa nyentuh blog ini lagi itu kayaaaa, apa ya? Can't be read on this paper, speak in this mouth. Waa, rasaya pengen koprol bolak balik ke Simpang Lima *wah engga juga kali*

Dan banyak banget cerita-cerita yang numpuk seabreg kaya cucian aku yang numpuk buat diceritain. Dan ngga boleh dilewatin. FYI, berapa  tahun aku engga share my mad coba? Berasa udah kaya mushaf-mushaf yang kececer. Pokoknya tunggu aja cerita-cerita yang terlewatkan selama kurang lebih 2 tahun ini lah. 

I'm ready for rocka my new blog, osh, my old blog, tapi baru juga ding. Just stare and near with this blog. 

BTW, karena saking lamanya engga nge-blog aku udah punya anak lagi, alias blog lain lagi (masih tahap) check this www.ashamuba-am.blogspot.com

Ngga akan ada yang di anak tirikan, sebisa mungkin semuanya ke urus. But, special for this site I give full of trust to hadle my PRIVACY SIDE. Kalau yang satu lagi focus on eem what's it? Semacam penunjang kuliah dan kritik-kritik sosial. :)