Jumat, 20 September 2013

Delapan Belas Mei Berujung Gerimis

Langkah ku tertatih dari arah barat jalan MT Haryono
Terdengar sedikit decitan dari persendian putarku,
 yang nampaknya hanya aku yang bisa mendengarnya saat itu
Naluri menghentikan langkahku di depan pos kecil berwarna putih biru
Pos yang dari baliknya kadang terdengar nyaring suara peluit
Aku yang hanya sendiri, berdiri menatap ke arah kanan dan kiriku
Alam sekitarku sudah gelap,
Iya aku menyadarinya
Pundakku serasa sudah sangat ngilu
Kelopak mata menjadi terasa sangat berat
Tas jinjing di tangan kananku naik turun
Nampaknya tanganku sudah merasa berputus asa
untuk membawa tempat perkakas itu
bercak bulat memenuhi jaket merah jambuku
merubah warnanya menjadi sedikit marun
merasa banyak embun yang berjatuhan, tapi aku rasa ini lebih kasar
gerimis...
Ya... itu adalah gerimis,
Gerimis di bulan Mei di petang delapan belas

Asha Lestari (18/05/12)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar